Sabtu, 19 Februari 2011

Film Penahan Laju Penyelidikan


Film Penahan Laju Penyelidikan
Para produsen film Hollywood menghentikan peredaran filmnya ke Indonesia, mulai Kamis, 17 Februari 2011. Keputusan itu diambil karena tidak setuju dengan bea masuk retribusi yang ditetapkan pemerintah pada awal tahun ini. Namun, disatu sisi anggota Komisi Pendidikan, Kesenian, dan Kebudayaan DPR, Hanif Dhakiri meminta masyarakat tak perlu kawatir atas ancaman itu. "Tak usah takut, kita sama-sama butuh," ujar Hanif kepada VIVAnews.com.
Berhentinya peredaran Film Hollywood mungkin ini tidak terlalu memusingkannya banyak orang, mungkin hanya segelintar orang yang merasakan dampaknya, dan bisa jadi strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tawar film local dan industry film-film Indonesia, seperti di Korea nilai tawar artis local mereka lebih tinggi disbanding dengan artis mancanegara sekalipun, dan film-film Korea juga sangat diminati diberbagai Negara Asia termasuk Indonesia, memiliki banyak penggemar artis-artis Korea bahkan melebihi artis-artis local sendiri, seperti artis film BBF (Boys Before Flowers) remaja Indonesia mana yang tidak mengenal nama itu.
Artis-artis yang bermata sipit ini memang sangat diminati di Indonesia, tapi coba kita cermati apakah cara pemerintah ini cukup ampuh menaikan pamor artis-artis local dibandingkan artis mancanegara? Saya rasa belum tentu, bagaimana bisa diterima strategi untuk menaikan nilai tawar artis local dengan cara menutup mata pecinta film dengan paksa dan seakan-akan nanti kualitas artis local sudah baik sehingga tidak perlu lagi ada pembanding atau review kualitas acting dengan artis mancanegara (Hollywood). Jangan sampai ini usaha pembodohan yang terencana yang dilakukan pemerintah untuk meraup keuntungan semata tanpa melihat kondisi para pencinta film yang belum cerdas dalam menilai sebuah film.
Industri film Indonesia belum cukup bagus berdiri sendiri seperti halnya aris-artis Korea di Negara mereka, bahkan Korea tidak pernah menghentikan peredaran impor film-film Hollywood. Belum lagi ditambah insiden kisruh di penganugrahan Film Indonesia tahun kemarin, versi juri yang dipecat memenangkan Film Sang Pencerah sebagai pemenang tapi panitia penyelenggara memenangkan film Alangkah Lucunya Negeri ini yang memenangkan penghargaan itu, mungkin peristiwa waktu itu lebih mirip perseturuan para calon bupati dan wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah dan diakhiri di Mahkamah Konstitusi (MK).
Nampaknya, untuk tahun berikutnya Mahkamah Konstitusi (MK) perlu mencermati fenomena baru ini, sehingga nanti membuat komisi khusus untuk menyelesaikan konflik-konflik seperti itu. Sebenarnya industry perfilman Indonesia sudah mulai menemukan sentuhan sehingga sudah banyak penggemar film Indonesia, karena ada banyak film Indonesia sekarang yang mengerti akan pola pikir dan budaya Indonesia sendiri. Namun susahnya, banyak juga film Indonesia yang berusaha secara pelan-pelan untuk membentuk budaya yang kurang bagus terhadap perkembangan gaya hidup dan semangat budaya Indonesia. Jangan sampai media visual yang satu ini dapat mengancam perkembangan masa depan remaja.
Pada akhirnya film adalah film, hiburan yang membentuk kepribadian para pecinta, karena film bisa menjangkau aspek hidup manusia, mulai dari politik, social, agama, budaya dan pendidikan tapi jelas film bukan untuk untuk dipolitisi dan bukan untuk menghasilkan budaya-budaya yang kurang bagus bagi generasi muda Indonesia.
Sehingga penghentian film-film Holywood memang dirasa kurang bijak dalam perkembangan dan kemajuan film-film di Indonesia dan para pecinta film Indonesia, atau bisa karena banayaknya peminat film Hollywood di Indonesia semakin bertambah juga para pecinta DVD bajakan film-film Hollywood. Dan inget!! Kasus mafia pajak belum selesai jangan sampai setelah isu Ahmadiyah di dengung-dengungkan sehingga sedikit bisa memperlambat penyelidikan terhadap para mafia dan bisa jadi ini kasus berikutnya untuk berusaha menahan laju penyelidikan juga.
Alih-alih kita nanti tidak dianggap Nasionalis, Seorang psikolog (alm) Sartono Mukadis pernah mengatakan: “Jangan mengukur tinggi badan dengan alat timbangan, dan jangan pula menimbang badan dengan alat ukur meteran.” Artinya, nasionalisme tidak sesempit hanya ditakar dari menonton film Indonesia.

Menjelang Keluar

Menjelang Keluar

Menjelang Keluarnya Roh dari Jasad seorang Manusia
Rudolf Steiner, pengarang “Life beyond Death (Kehidupan Setelah Kematian)”, tidak melihat manusia sebagai kumpulan organ-organ fisik saja. Ia mengatakan bahwa tubuh fisik adalah ekspresi eterik dari aktivitas astral dan ego, yang berevolusi dalam bentuk dan fungsi. Ia juga mengatakan bahwa jiwa dan roh digabungkan dengan organ fisik, dan mengambil suatu imaji kosmos spiritual, dimana jiwa turun saat dibentuk dalam kandungan.
Definisi-definisi ini berasal dari pandangan spiritual. Namun, melalui Fisika Kuantum ada banyak ahli yang percaya bahwa eksistensi tidak hanya ada pada tubuh fisik saja. Kesadaran Kuantum berdasar pada konsep: semua hal saling berhubungan dan dapat saling memengaruhi dengan kecepatan lebih tinggi dari kecepatan cahaya; dan kesadaran diperoleh melalui alur informasi dari efek spiritual. Beberapa orang berpendapat bahwa teori ini merupakan awal dari konsep spiritualisme, mistik, dan beberapa okultisme. Para ahli berpendapat bahwa bukti ilmiah tentang kehidupan setelah kematian datang dari pengalaman menjelang kematian atau biasa disebut NDE (Near Death Experiences).
Saat pengalaman menjelang kematian, seseorang mati secara fisik, misalkan saat seseorang sedang operasi atau mengalami serangan jantung. Jantung mereka berhenti berdetak, dan mereka berhenti bernapas. Beberapa menit atau jam kemudian, jantung kembali memompa dan mereka bernapas kembali. Orang-orang ini cenderung mengalami pengalaman keluar tubuh dan merasakan berada di dunia roh.
Para dokter telah mengumpulkan data dari pasien-pasien yang melaporkan pengalaman ini lebih dari 30 tahun. Beberapa ahli dan dokter percaya bahwa hal ini adalah halusinasi. Tetapi beberapa karakteristik dari NDE’s tidak dapat dijelaskan hanya karena halusinasi saja.
Dalam satu penelitian, seorang pengemudi truk berusia 55 tahun, Al Sullivan bertemu dengan almarhumah ibu dan iparnya melalui NDE saat proses operasi jantung berlangsung. Sullivan berkata bahwa ibunya menyuruhnya untuk kembali dan memberitahu tetangganya yang mempunyai anak yang sakit limfoma bahwa ia akan baik-baik saja. Menakjubkan, Al secara akurat berkata bahwa dokter yang mengoperasinya menepuk lengannya dengan mengempit tangannya. Dr Greyson meragukan pengalaman ini sebagai halusinasi dan melakukan penelitian. Ia kemudian berkata, ”Bagaimana mungkin informasi yang begitu akurat dan dapat dibuktikan hanya berasal dari NDE saja?”
Adalah lumrah jika ada orang yang mengalami NDE dan memberikan informasi yang akurat dari pengalamannya. Terkadang informasinya sangat fisikal dan kadang sangat spiritual. Suatu kali, pengalaman NDE seorang bapak bernama Mellen-Thomas Benedict, diperlihatkan pada biofotonik, komunikasi selular, biologi kuantum, dan DNA. Di kemudian hari ia memperolah enam hak paten. Beberapa NDE yang mendalam terjadi selama beberapa hari. Seorang ahli neuropatologi, George Rodonaia, mengalami NDE selama 3 hari. Ia sadar kembali saat para dokter sedang mempersiapkan otopsi untuk dirinya. Sebelum pengalaman ini, ia adalah seorang ateis. Setelah melewati pengalaman di alam roh yang begitu berkesan, ia kemudian melanjutkan studi doktoral di bidang spiritualitas agama dan menjadi seorang pendeta. Bukti lain tentang keberadaan jiwa setelah kematian berasal dari sekelompok orang yang mengalami NDE. Dalam satu kasus, sekelompok petugas pemadam kebakaran hampir mengalami kematian saat bekerja di hutan. Mereka melaporkan bahwa mereka dapat saling bertemu dengan sesama mereka saat NDE dan keluar dari tubuh mereka yang tidak bernyawa, akan tetapi mereka semua pada akhirnya dapat diselamatkan.

Menjelang Keluarnya Imam mahdi dan Dajjal
Setelah Imam Mahdi muncul/keluar satu penanda besar hari kiamat yg akan muncul adalah keluarnya Dajjal. Dia berasal dari manusia dan merupakan sosok nyata. Kemunculan akan didahului dgn sejumlah peristiwa besar. Di antara kewajiban seorang muslim adalah beriman kepada hari akhir dan apa yg akan terjadi sebelum dan setelahnya. Hari kiamat tidak ada yg mengetahui kapan terjadi kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Menjelang Keluarnya Husni Mubarok (Presiden Mesir)
Masyarakat Mesir di Inggris mengelar perayaan kemenangan menyusul mundurnya Presiden Husni Mubarak, di alun alun kota London, Trafalgar Square, Sabtu.Pekerja sosial Tim Indonesia dan Timor Leste di Amnesty International, yang berkedudukan di London Aditya Muharam kepada koresponden Antara London, Jumat malam mengatakan bahwa perayaan besar-besar digelar untuk merayakan kemenangan rakyat Mesir di Kerajaan Inggris.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, memperingatkan keluarnya Presiden Mesir Hosni Mubarak,secara mendadak dari tampuk kekuasaan. Ia berdalih bahwa hal tersebut akan mengancam proses transisi negara ini menuju demokrasi. http://www.dakwatuna.com/2011/as-dan-israel-dibalik-bertahannya-mubarak/

Menjelang Keluarnya Larva Gunung Merapi
Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi membuat seekor macan turun dari hutan dan masuk ke perkampungan warga di Dusun Kuwron, Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Kamis (11/11/2010). Budiharjo, Camat Pakem, mengatakan, macan itu terlihat oleh warga masuk ke kandang sapi sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah dikejar warga, macan itu lalu kabur ke semak-semak dan menghilang. Untungnya, macan itu belum melukai hewan ternak milik warga. Dijelaskan Budi, hewan-hewan buas memang biasa turun dari hutan ketika aktivitas Gunung Merapi mulai meningkat. "Kalau Merapi beraktivitas kan panas di atas. Hewan buas terus turun, tapi ini aktivitasnya sudah sekian lama kok baru sekarang turun," tanya Budi di posko pengungsian di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta.
Sebelumnya, menjelang Merapi meletus, warga juga melaporkan bahwa puluhan ekor elang meninggalkan sarangnya di hutan. Fenomena tersebut sudah sering terjadi setiap kali Merapi meningkat aktivitasnya. Kawanan kera dari kawanan hutan Merapi juga dilaporkan eksodus ke Merbabu. (http://lipsus.kompas.com/merapimeletus/read/2010/11/11/18031333/Macan.Malah.Baru.Turun.dari.Merapi)

Menjelang Keluarnya Bayi Rahim Seorang Ibu
                Normalnya,di minggu ke 38-40 kehamilan, kepala janin sudah mulai turun ke rongga panggul. Bersamaan dengan itu, otot-otot rahim pun mulai melakukan gerakan mengerut dan meregang secara bergantian, terus-menerus secara teratur. Nah, gerakan otot rahim seperti inilah yang disebut kontraksi. Seperti apa rasanya? Ada yang mengatakan nyeri seperti diperas, kaku dan tegang di perut, khususnya bagian bawah, atau mulas seperti ingin buang air besar. Yang pasti, frekuensi terjadinya kontraksi semakin lama semakin meningkat, begitu juga dengan kekuatannya. Awalnya, jarak waktu antara kontraksi yang satu dan selanjutnya cukup panjang, biasanya selang satu jam. Lalu, semakin memendek, bisa tiap 30 menit, 15 menit, dan inilah menjelang waktunya bayi lahir.

Menjelang Keluarnya Mahasiswa dari Kampus
            Hehehe. . .ya begitulah!! menjelang keluar dari atau menjelang di wisuda banyak yang akan dirasakan, banyak menemui ketakutan dan acap juga dijumpai kekelisahan ketika mendekati waktu Wisuda. Bisa jadi karena kurang persiapan menjelang wisuda atau kurang mempersiapkan setelah diwisuda nanti mau berbuat apa?. Mau mengakhiri masa lajang? Udah punya pekerjaan belum…? Hehe. Mau kerja? Emang gampang cari kerja?ckckckc. . (bingung). Atau mau jadi asisten dosen? Ya kalau nilai ngga bagus-bagus amat jangan mimpi lah, nanti blunder diserang mahasiswa sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit, mahasiswa-mahasiswa sekarang kritis lho, jangan sampai membuat neraka ditempat kerja, nggak betahhhh. .hahahhaha
            Berikut daftar komentar orang-orang menjelang keluarnya mereka :
“setelah tiga tahun belajar di jurusan analis kesehatan, esok adalah hari yang paling ditunggu yaitu hari wisuda. perjuangan tiga tahun terbayarkan, semoga bukan sekedar gelar yang didapat tapi profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan. aku sedih kawan, berpisah dengan kalian. kebersamaan, saling membantu dan menyemangati kala patah semangat, tertawa bersama. setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. ekstensi ’07.  love you……… “(Fitri Nurhayati)
            Pepatah mengatakan lain padang lain belalang, lain Indonesia lain pula dengan di Korea, belum lama ini heboh beredar di negeri gingseng tersebut foto-foto telanjang para mahasiswa dan mahasiswi di Seoul yang sedang merayakan kelulusan wisuda sarjana mereka dengan pesta telanjang massal. Suatu hal yang sangat tidak wajar dan diluar norma kesusilaan. Hal ini tentu saja membuat banyak kalangan baik pejabat maupun dunia pendidikan di negara itu merasa tercoreng dengan ulah para mahasiswa-mahasiswinya. Foto-foto syur hura hura tanpa busana usai wisuda itu banyak di upload di internet menjadikan para orang tua was-was. Karena kasus ini pulalah hingga sang Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak angkat bicara. Beliau mengatakan  reformasi pendidikan merupakan salah satu agenda utama negara tahun ini. Heehee… apakah ini cara unik untuk pendidikan kita menjadi lebih diperhatikan pemerintah??!
Hari Sabtu 17 Juli 2010 saya akan mengikuti prosesi wisuda ITB. Saya diwisuda lagi untuk ketiga kalinya :-). Wisuda kali ini agak berbeda karena dilaksanakan dalam waktu dua hari, hari Jumat dan Sabtu. Saya agak “beruntung” karena fakultas saya kebagian wisuda pada Hari Sabtu.”… http://rinaldimunir.wordpress.com/2010/07/15/wisuda-itb-pun-sudah-dua-hari/
            Alhamdulillah… satu tahap penting dalam hidup saya berakhir sudah , bukan berakhir atau tepatnya saya baru akan menghadapi dunia yang sesungguhnya setelah ini. Hufff…perjuangan saya selama ini ternyata tidak sia-sia, berkat doa dan dukungan dari orang tua, keluarga juga teman-teman, saya berhasil melewati 3 tahun proses pendidikan saya dengan lancar , doa saya untuk bisa (tahap yang terlewati, http://mila804.wordpress.com/category/all-about-kampus/)
            Airmata para dosen jatuh. Standing applause di ruang teater Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) membahana. Di antara mereka sampai tidak ada yang sanggup berdiri. Tiada kebanggaan dimiliki seorang dosen dan keluarga menyaksikan ujian hidup sesosok mahasiswi dengan predikat Indeks Prestasi (IP) tertinggi meski selama bertahun-tahun dihantam keterbatasan. Sejarah telah tercatat. Melly dianugerahi alumni terbaik FIDKOM 2010 pada saat pelepasan Wisudawan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kendati selama ini hidup dengan satu kaki. Sebelah kakinya harus diamputasi setelah penyakit kanker tulang menyerangnya di pertengahan kuliah.
                Ferly, Raka, dan Yoga adalah para penghuni kos yang masih bertahan walaupun telah menyelesaikan kuliahnya. Alasannya sama, bisa memperoleh informasi yang lebih banyak perihal lowongan pekerjaan. Kini aku menjadi salah satu bagian dari mereka, dan harus banyak belajar dari mereka karena statusku sebagai pendatang baru.  (http://fiksi.kompasiana.com/prosa/2009/12/23/sarjana-6/)
            Satu beban besar hilang dan nyaman aja (Budiwan Fauzi),
            Kurang personil (M. Nida’ Fadlan)
Kalau saya kurang rasanya kalau Cuma satu, kalau bisa dua, bahkan samapi S3, hahaha!! Tapi yang jelas pasti aku sangat merindukan apa telah aku lewati bersama kawan-kawan. . .(Riki Mirsa Putra)